Agreeardi Healmy Allidea
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hobi. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Februari 2018
Sabtu, 09 Desember 2017
Rabu, 20 Juli 2016
GAMEWATCH JADUL
(artefak yang kembali ditemukan)
Pada saat orang lain berkutat dengan game modern, bahkan berkubang dalam kegilaan Pokemon Go, saya tidak peduli. Saya tetap saja bermain game jadul. Karena pada saat itulah segala kenangan masa silam - semasa saya duduk di sekolah menengah pertama dahulu - melintas.
Saya ingat gamewatch produksi Casio ini, pada era 1987-1988 harganya empat puluh lima ribu rupiah. Cukup mahal untuk ukuran saya ketika itu. Namun mungkin karena saya rajin menabung dan banyak hadiah dalam bentuk uang yang saya terima pada saat itu, yang seperti ini bisa terbeli. Benda ini sekarang masih berfungsi baik dan bunyinya pun nyaring.
Sekarang saya masih mencari beberapa gamewatch saya, yang saya yakini masih tersimpan, meski saya belum tahu pasti tempatnya.
-----------
Zachflazz

Senin, 21 September 2015
PUNCAK SIKUNIR
(DIKIRIM KE MAJALAH BOBO ONLINE)
Aku bersama bapak, ibu, dan kakakku berkunjung ke tempat yang indah
sekali di Jawa Tengah, yaitu Dieng. Untuk ke Dieng, bisa lewat Wonosobo
atau Banjarnegara. Kami lewat jalur Banjarnegara. Jalannya
berkelok-kelok, naik turun, dan curam. Kata bapakku, jalur Banjarnegara
lebih sulit daripada jalur Wonosobo.
Kami bermalam di sebuah homestay di Desa Dieng Kulon. Dieng ini mempunya gelar “Atap Pulau Jawa”. Kawasan Dieng ternyata dingin sekali. Karena di Dieng ada kabut yang namanya Mbun Upas. Mbun Upas bersifat beku, membawa hawa dingin yang menusuk tulang, dan bisa merusak tanaman.
Pukul setengah tiga pagi, bapak mengajak kami ke sebuah lembah di dekat danau bernama Telaga Cebongan. Dari situ kami mendaki bukit yang bernama Bukit Sikunir. Bukit ini konon adalah salah satu tempat paling indah di dunia untuk melihat matahari terbit. Di puncak Bukit Sikunir kami shalat subuh bersama para pendaki lainnya.
Kami bermalam di sebuah homestay di Desa Dieng Kulon. Dieng ini mempunya gelar “Atap Pulau Jawa”. Kawasan Dieng ternyata dingin sekali. Karena di Dieng ada kabut yang namanya Mbun Upas. Mbun Upas bersifat beku, membawa hawa dingin yang menusuk tulang, dan bisa merusak tanaman.
Pukul setengah tiga pagi, bapak mengajak kami ke sebuah lembah di dekat danau bernama Telaga Cebongan. Dari situ kami mendaki bukit yang bernama Bukit Sikunir. Bukit ini konon adalah salah satu tempat paling indah di dunia untuk melihat matahari terbit. Di puncak Bukit Sikunir kami shalat subuh bersama para pendaki lainnya.
Lalu kami menunggu detik-detik matahari terbit di puncak Bukit
Sikunir. Saat matahari muncul, semua orang di sana terkagum-kagum.
Sangat indah dan menakjubkan. Betah rasanya berlama-lama di puncak
Sikunir, menikmati indahnya ciptaan Tuhan.
Saat menuruni bukit, rasanya berat sekali hatiku untuk meninggalkan
tempat itu. Insha Allah lain waktu aku akan ke tempat itu lagi.
SD NEGERI JULANG BOGOR
zachroni
------------------------
bisa dilihat di sini:
http://bobo.kidnesia.com/Bobo/B-Young-Journalist/Pengalamanku/Puncak-Sikunir
SDN JULANG BOGOR
Minggu, 20 September 2015
BIOLA
SDN JULANG BOGOR
Assalamuálaikum wr.wb.
Aku suka bermain biola karena bermain biola itu sangat mengasyikkan.
Aku bisa bebas membunyikan nada dan bisa memainkan nada-nada tinggi. Gitar saja
kalah.
Tapi ibuku lebih suka mendengar aku bermain drum daripada bermain
biola. Kata ibuku biola itu nadanya menyayat hati.
Biola mempunyai empat senar, yaitu senar G, D, A, dan E. Biola
juga banyak ukurannya, yaitu dari yang paling kecil: 1/16, 1/8, ¼, ½, ¾, dan
4/4. Biolaku ukurannya ¾.
Menyetem biola lebih mudah daripada menyetem gitar. Tinggal
menyamakan bunyi senar dengan nada di alat musik keyboard.
| nyetem |
Tahukah teman-teman kalau penggesek biola (bow) memakai ekor kuda? Ini karena biola awalnya diciptakan oleh
para penunggang kuda di Mongolia.
Aku kagum melihat pertunjukan orkestra dengan banyak pemain biola. Aku ingin suatu saat bisa tampil di panggung seperti mereka. Tunggu saja saatnya.
Wassalamuálaikum
wr.wb.
zachroni
SD NEGERI JULANG BOGOR
Bisa dilihat di sini:
http://bobo.kidnesia.com/Bobo/B-Young-Journalist/Pengalamanku/Biola
![]() |
| Agree dan instrukturnya |
SD NEGERI JULANG BOGOR
Bisa dilihat di sini:
http://bobo.kidnesia.com/Bobo/B-Young-Journalist/Pengalamanku/Biola
Senin, 17 Agustus 2015
I J O
Terowongan ini beneran ada dan masih kokoh sampai sekarang. Terowongan
ini adanya di dekat stasiun Ijo, Kebumen.
Untuk ke terowongan Ijo, aku bareng bapak, ibu, dan kakakku lewat jalur pantai selatan (jalur Daendels). Kami meluncur dari
Kroya ke timur, terus belok kiri ke Rowokele.
Setelah itu mengikuti jalan itu terus sampai ujung. Stasiun Ijo ada di tikungan terakhir. Terowongan Ijo ada di sebelah timur Stasiun Ijo. Aku ke sana pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2015, pas kami mudik ke Cilacap.
.
Setelah itu mengikuti jalan itu terus sampai ujung. Stasiun Ijo ada di tikungan terakhir. Terowongan Ijo ada di sebelah timur Stasiun Ijo. Aku ke sana pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2015, pas kami mudik ke Cilacap.
.
Terowongan Ijo nantinya akan "pensiun" dan dijadikan cagar
budaya. Setelah rel ganda Kroya-Kutoarjo dibangun.
Agreeardi, SD Negeri Julang Bogor(Ditulis untuk Majalah Bobo, dikirim tanggal 28 Juli 2015)
| Aku bersama bapak, ibu, dan kakakku |
![]() |
| Aku dan Stasiun Ijo |
-----------------------------------------------------------------
Bisa dilihat di sini:
http://bobo.kidnesia.com/Bobo/B-Young-Journalist/Pengalamanku/Terowongan-Ijo
Langganan:
Postingan (Atom)













